
PENYESALAN YANG TERLAMBAT.
Bacaan Alkitab : Yohanes 8:21-29
Alkisah disebuah desa ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua
dengan anak satu satunya. Suaminya meninggal karena sakit. Sementara
sang ibu seringkali merasa sedih memikirkan anak satu satunya. Sebab
anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi,
mengadu ayam dan banyak lagi.
Ibu itu sering menangis meratapi
nasibnya yang malang, namun ia sering memohon kepada Tuhan : "Tuhan,
tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi.
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati".
Namun makin lama si anak makin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah
sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang ia lakukan.
Suatu hari ia kembali mencuri, namun malangnya dia tertangkap. Kemudia
dibawa kepada raja untuk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Hukuman
itu akan dilaksanakan didepan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng
berdentang menandakan pukul enam pagi besok harinya.
Terdengarlah kabar ini sampai telinga sang ibu yang mendengarnya dengan
penuh kesedihan. Ibu ini lalu berdoa kepada Tuhan : "Tuhan, ampunilah
anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya".
Lalu sang ibu ini datang kepada raja dan memohon supaya anaknya
dibebaskan. Keputusan sudah bulat. Anak itu harus dihukum. Berdoalah ibu
ini kepada Tuhan supaya anaknya dapat diampuni, akhirnya ia tertidur
karena kelelahan dan bermimpi bertemu Tuhan. Keesokan harinya datanglah
orang banyak menyaksikan hukuman tersebut dan sang algojo sudah siap
dengan pancungnya.
Sampai waktu yang ditentukan, lonceng belum
juga berdenting, petugas lonceng merasa heran karena suara dentangnya
tidak terdengar. Disaat mereka merasa bingung, maka keluarlah darah dari
tali lonceng itu. Dan orang orang mulai bertanya apa gerangan yang
terjadi. Ternyata itu adalah darah sang ibu yang memeluk bendul didalam
lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya,
kepalanya yang terbentur didinding lonceng. Semua yang menyaksikan
kejadian itu meneteskan air mata dam sang anak menangis meraung-raung
mengharapkan ibunya bisa hidup kembali.
Kisah ini mengingatkan
kita pada orang orang Yahudi yang amat menantikan kedatangan Mesias,
tetapi pada kenyataannya mereka terus menerus menolak kehadiran Tuhan
Yesus ditengah tengah mereka. Sehingga benar perkataan Yesus : "...Aku
akan pergi, namun kamu akan mencari Aku...".
Orang orang
Yahudi akan terus mencari Mesias, namun pada waktunya pencarian itu sia
sia atau terlambat, karena Yesus akan pergi, berada kembali dengan
Bapa-Nya. Contoh-contoh ini menyadarkan kita supaya tidak mengeraskan
hati ketika Yesus ingin datang dalam kehidupan kita. Sebab akan ada
waktunya dimana segala sesuatu menjadi terlambat sekalipun kita
menginginkan kehadiran-Nya.
DOA: Ya, Tuhan Yesus, datang dan
jumpailah selalu kami. Kami amat memerlukan kehadiran-MU dalam kehidupan
ini, sebab Engkaulah penolong dan kesanggupan kami dari hari ke hari.
Amin.